Posted on 27-07-2008
Filed Under (Cinta) by Adrian Priambudi

Terkadang saya adalah seorang yang sulit untuk mengungkapkan rasa sayang secara lisan.

2, 3 atau 4 tahun lalu, saya tak pernah tahu kapan tanggal tepatnya, kedua orangtua saya berpisah. Untuk kebaikan semua, saya sangat paham hal itu. Kini saya dan adik saya Billy, mempunyai dua rumah untuk berteduh.

jam 8 malam tadi, saya berada di tempat tinggal nenek saya di daerah bandung utara. Saat itu saya berniat untuk pulang ke rumah di Cimahi, tempat beradanya komputer ini. Mama menawarkanku untuk makan dulu. Setelah melihat seluruh isi kulkas yang dipenuhi masakan berbahan utama ayam, otak kiri saya mengatakan saya merindukan nasi goreng mama. Mama adalah koki favoritku satu-satunya didunia.

Sambil memperhatikan saya yang tengah lahap menikmati nasgor, mama bercerita tentang masa lalunya yang –saya tahu itu– disesalinya. Hanya untuk mengingatkan padaku bahwa hidup itu penuh makna, motivasi diri menjadi hal yang harus saya perhatikan lebih untuk bekal sisa hidup ini. Disini saya akan katakan bahwa mama adalah sosok sangat luar biasa bagiku.

Setelah membawa sebuah buku yang saya pinjam dari mama, saya lalu melangkah untuk pulang. Tampak di kaca spion motorku, mama menjauh.

“Hati-hati dijalan ya Ang…”

Satu detik kemudian hati ini tak kuat menahan rasa rindu. Saya menangis cukup deras. Jarum speedometer motorku tak dapat melewati angka 40, seringkali ada di angka 20. Saya tidak peduli dengan lalu lintas disekitarku.

Di blog ini, saya ingin mengatakan sesuatu yang tidak pernah saya katakan seumur hidup. Saya sangat menyayangimu, mama. Saya berdo’a, semoga Allah SWT membisikan kalimat itu di saat mama tertidur.

Saya memohon maaf jika dalam tulisan ini saya terdengar sangat rapuh. Saya hanya ingin menunjukan bahwa inilah saya apa adanya didepan mama.

Comments

TulankNo Gravatar on 28 Juli, 2008 at 09:37 #

Mutter ist alles


hevi.fauzanNo Gravatar on 28 Juli, 2008 at 15:24 #

Bersyukurlah, kamu mempunyai ibu yang memperhatikan dan mendukung penuh setiap langkah kamu.
Andai aku punya ibu seperti itu. :(


b3kjulNo Gravatar on 3 Agustus, 2008 at 00:43 #

surga berada di bawah telapak kaki ibu


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: