Posted on 30-08-2008
Filed Under (Persib Bandung, Sepakbola) by Adrian Priambudi


messiDi koran-koran hari ini ada dua berita yang bercerita tentang keamatiran klub sebesar Persib Bandung.

Dana talangan yang jumlahnya mencapai Rp 800 juta untuk membayar sisa gaji pemain itu berasal dari asisten manajer, H. Umuh Muchtar. Menurut Umuh, hal ini dilakukan agar tidak mengganggu persiapan dan konsentrasi pemain menjelang laga tandang Persib melawan Sriwijaya FC.

“Soal pembayaran gaji sudah diselesaikan hari ini untuk sementara menggunakan dana pribadi. Tapi untuk bulan selanjutnya, saya harap dana Persib bisa segera cair,” kata Umuh.

Manajer Persib H Jaja Soetardja mengeluhkan perubahan jadwal bertanding yang dinilai sangat merugikan klub. Jaja menyebutkan jadwal baru yang dikeluarkan Badan Liga Indonesia (BLI) memaksa klub-klub Liga Super untuk siap menjalani pertandingan di tengah suasana Idul Fitri. “Bagaimana tim bisa maksimal kalau pemainnya masih pada pulang kampung,” tutur Jaja di lapangan Persib, Jumat (29/8).

“Sebelum lebaran kita harus menghadapi Pelita Jaya, setelah itu kita harus menghadapi PKT (Pupuk Kaltim), beberapa hari setelah lebaran. Jadi bagaimana klub bisa mempersiapkan diri secara maksimal bila semuanya masih merayakan lebaran,” kata Jaja dengan nada bertanya.

Yang saya tahu, semua elemen dan pemain sepakbola profesional itu dikontrak secara full time. Melihat besarnya kontrak dan sistem perekrutan sampai dengan transfer pemain. Jadi artinya, mereka harus siap bekerja sebanyak 24 jam dalam sehari, tidak ada istilah libur, kecuali ada agenda dari klub.

Jadi untuk apa protes? Tinggal hapuskan saja libur Lebarannya. Toh jikapun harus melakukan adat dan kepercayaan, bisa dilakukan dalam hitungan jam? Bukan berhari-hari?

Dengan senjata profesional, pemain selalu mendapatkan tawaran kontrak yang besar yang kebanyakan ambil dari APBD daerah. Sementara itu, apakah mereka mengerti arti profesional secara menyeluruh?

Sebagai ilustrasi, kita lihat magnetnya. Sepakbola Eropa. Lionel Messi mendapatkan kontrak sebesar 8 juta euro ditambah total 4,5 juta euro pertahun untuk bonus — tergantung penampilannya dan timnya — sempai tanggal 30 Juni 2014.

Mengapa demikian besar? Jawabannya adalah waktu. Sebagian besar waktu hidup Messi habiskan di pesawat, mess pemain, lapangan latihan, camp nou, lapangan bola kandang lawan, dan ruang jumpa pers. Semuanya hanya untuk Barcelona dan/atau timnas Argentina tentu saja. Maka sisa luang waktunya dia gunakan untuk tidur, pesta teman, dan sangat sedikit untuk keluarga. Yang harus direlakan oleh Messi adalah kehidupan waktu mudanya.

Messi tentu harus mendapatkan liburan untuk memenuhi nilai kemanusiaannya. Maka waktu liburnya adalah disaat tenggang pergantian musim kompetisi. Disini agen yang bekerja.

Sesuai levelnya, seharusnya pemain bola di Indonesia mempunyai persepsi yang sama tentang kontrak profesional. Kasarnya, jika misalkan pemain diharuskan latihan jam 1 malam, maka si pemain harus siap.

Karena waktu didunia hanya 24 jam dalam sehari. Di Indonesia, di Spanyol, tidak berbeda.

Comments

ZipperNo Gravatar on 31 Agustus, 2008 at 09:25 #

Yah begitulah nadanya
Cocok kan dengan Cita-Rasa budaya Indonesia?

Kayak kata wartawan luar : “Welcome to football… Indonesia style”


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: