Turun dengan formasi tahun lalu, 3-5-2. Nova, Nyeck, Maman di belakang. Hilton dan Harry di sisi. Eka, Cabanas, dan Suwita Pata disektor tengah. Arif berduet dengan Bastos mengintai di depan.

Eka Ramdani mengambil tendangan bebas
Babak pertama Persib bermain sangat sporadis, sementara Persitara juga tak kalah mengancam dengan serangan baliknya. Persib sedikit unggul dalam peluang, penguasaan bola dan bentuk tubuh. Para pemain lokal Persitara terlihat seperti kurang makan namun cukup cepat, sehingga wajar jika situasi body charge hampir selalu diungguli oleh pemain Persib, sebaliknya, dengan pergerakan bola yang cepat, lini belakang Persibpun kocar kacir. Peluang paling manis didapat Bastos ketika saat tendangan bebas, visi Eka Ramdani mengantarkan ia tinggal berhadapan dengan kiper Ronny tiga meter di depan gawang, chip ball nya terlalu melambung. Tak ada gol sampai peluit turun minum.
Babak kedua. Jaya Hartono membuat perubahan. Gilang masuk ganti Harry, menggeser Maman ke full back kiri. 4-4-2. Sedikit demi sedikit ada keseimbangan di lini tengah, lebih dinamis. Bola crossing Cabanas dituntaskan Bastos. Kartu kuning untuk tindakan membuka kaos. GOL TO KANG DADA tepat didadanya. Tak masalah, denda 3 juta jelas tidak ada apa-apanya dibandingkan efek selanjutnya bagi karir bastos di Persib Bandung. Dan barangkali 3 juta itu tidak akan keluar dari kantong Bastos.

GOL TO KANG DADA
“Sangat senang. Kemenangan ini hasil kerjasama tim. Kedua gol ini saya persembahkan untuk bobotoh dan Ketua Umum Persib Pak Dada yang kemarin sukses terpilih kembali jadi Wali Kota Bandung,” tutur Bastos.
“Itu kado istimewa bagi saya. Kemenangan ini menjadi kado bagi kedua bagi saya. Kado pertama bagi saya adalah ketika Persib menang atas Persik di Solo. Jadi sebelum dan sesudah Pilkada, saya mendapat kado istimewa,” Kang Dada.
Selanjutnya gol bersih hasil heading Nova dianulir wasit Purwanto karena isyarat bendera offside asistennya. Fabio Lopes Alcantara, bomber maung teranyar masuk menggantikan Arif. Akibatnya Persib bermain lebih tenang lagi, lebih tactical. Walaupun tidak seimpresif debut Bekamenga, debut Lopes tampak menjanjikan. Keunggulannya terdapat pada Heading, potitioning, dan tactical knowledge. Satu umpan crossing Eka Ramdani dapat disundulnya sembari menjatuhkan diri dengan posisi membelakangi gawang. Tidak gol, kena tiang. Dengan effort yang sedemikian bagus, Lopes dapat kredit tersendiri.
Persitara masih cukup energi untuk mengimbangi lewat serangan kilatnya. Namun Eka lebih jeli untuk melihat ruang kosong didepan Bastos. Gelandang kesukaan Bastos itu tidak kesulitan untuk mengirim umpan daerah yang matang. Dengan kecepatan Bastos, bek manapun di LSI sekarang akan sulit mengejarnya. Ronny Tri tak dapat membendung. 2-0 memimpin.
Persib menurunkan tempo, sementara Persitara berusaha menggunakan sisa-sisa tenaganya. Sampai Kartu merah keluar untuk hadangan pul sepatu Banaken. Akhirnya Persitara kehabisan semangat juang, 2-0 sampai akhir.
Persib bermain tidak solid. Belakang kocar-kacir, tengah kurang kreasi dan tidak dapat bertahan, depan terburu-buru. Mungkin karena faktor bobotoh (?). Persib juga tidak kebobolan, untuk pertama kalinya musim ini. Naik ke peringkat sembilan klasemen sementara Djarum Indonesia Super League.
Link to :
Video by Irsan
Photos by GP
Foto Jaya Hartono, Kang Dada, dan Bastos kepunyaan dari tribunjabar.co.id