Posted on 30-08-2008
Filed Under (Sepakbola) by Adrian Priambudi

ray suryaBerikut adalah tanya jawab bersama pakar sinematika dari Republik Fantasi, yaitu Bapak Ray Sinar Surya tentang Dagelan ala PSSI dalam memperingati hari Kemerdekaan RI ke-63. Tanya jawab ini berlangsung pada Jumat malam tanggal 29 Agustus 2008 di kediaman beliau di Gunung Bohong.


Tanya (T) : Apa nama gelaran kali ini?

Jawab (J) : PIC 2008

T : Bagaimana bentuk gelarannya?

J : 4 tim asing lemah diundang. Dibagi menjadi 2 grup penyisihan, lalu 2 tim tuan rumah akan masuk putaran final, dan diakhiri dengan tim A sebagai juara. Happy Ending.

T : Berapa harganya?

J : 22 hari kompetisi tertinggi ISL

T : Bagaimana jalan ceritanya?

J : Sebelum rilis, panitia membuat booming acara yang baik sekali dengan jadwal acakadut. Dengan demikian misi sosialisasi sukses terlaksana. Pada babak penyisihan grup, para artisnya bermain idealis dan atraktif. Penonton disuguhkan tontonan teater ala universitas seni. Ketika masuk putaran final, mereka bermain seperti dikebanyakan sinetron. Tidak bermutu, terlalu dibuat-buat, bahkan mudah ditebak akhirnya.

T : Happy Ending?

J : Tentu saja iya. Setelah ada sedikit masalah di bagian klimaks acara, hampir diakhir cerita, seseorang dari tim menyelesaikannya dengan gentle. Dibelakang layar.

T : Masyarakat senang?

J : Bagi sebagian orang yang menonton langsung dari lokasi dapat berjingkrak-jingkrak karena dapat tontonan gratis dan happy ending.

T : Bagi yang lainnya?

J : Semua sepertinya sudah muak dengan sinetron PSSI.

T : Tontonan yang positif?

J : Tentu. Dengan taktik gentle di belakang layar tadi, kita jadi punya peluang dapet oscar.

T : Rating?

J : Bintang 4 deh. Masih dibawah mencetak gol ke gawang sendiri, namun diatas gelaran kinerja korps hitam nasional.

T : Ada kritik buat PSSI sebagai dalang?

J : Hahaha….

Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: