
Gambar diatas diambil dari situs resminya BLI dibagian ini.
Sebelumnya, masalah jadwal ISL melawan jadwal pilkada ini telah ada. Salah satu contohnya adalah jadwal pilwalkot Bandung pada tanggal 10 Agustus 2008. Dengan alasan keamanan, maka BLI berencana menggelar dua partai kandang Persib ke markas Persikab dan Pelita yaitu di stadion si Jalak Harupat, kabupaten Bandung. Walaupun pada waktunya, partai Persib v Persik dilangsungkan di solo dan partai Persib v Arema diundur menjadi November, itu disebabkan oleh hukuman terhadap tindakan anarkis bobotoh pada partai melawan Persija.
Begitu pula yang terjadi pada kota-kota lainnya yang berdekatan dengan jadwal pilkada daerahnya. Jalan keluar yang diambil adalah memindahkan venue pertandingan ketempat yang dinilai tidak rawan bentrok.
Namun, pada Pilkada kota Makasar, BLI mempunyai keputusan yang berbeda. Mereka merubah status tuan rumah PSM menjadi tamu di Bandung. Sungguh keputusan yang tidak adil. Setidaknya untuk Persib Bandung.
Saat ini Persib sudah mengirimkan surat keberatannya terhadap keputusan aneh ini kepada BLI.
“Surat keberatan sudah diajukan. Prinsipnya, Persib berharap, pada pertandingan 26 Oktober nanti tetap berstatus sebagai tim tamu. Namun, sampai malam ini belum ada jawaban resmi dari BLI. Kita tunggu saja,” ujar Sekretaris Eksekutif Persib Edi Djukardi, kepada PR.
Update : surat diatas udah dicabut lagi oleh BLI. Dan menyatakan bahwa partai PSM v PERSIB diundur menjadi november. Tetap saja PSM mendapatkan keuntungan dengan tidak mendapat perlakuan yang sama seperti pada kasus pilkada bandung dan kediri.