
E-card adalah sistem pertiketan baru yang digunakan panpel Persib untuk menggantikan sistem konvensional yang menggunakan tiket kertas. Sistem ini mulai berlaku pada Pertandingan Persib melawan Persijap di stadion Jalak Harupat pada tanggal 30 Oktober kemarin.
Di buletin gratis panpel disebutkan bahwa ini adalah terobosan panpel dalam menangani permasalahan yang selama ini banyak dikeluhkan oleh bobotoh, yaitu dalam pertiketan. Realitasnya, ada banyak permasalahan dalam pertiketan yang tidak teratasi dalam solusi ini.
Permasalahannya dilapangan yaitu :
Dari kesemua masalah pertiketan itu, solusi e-card yang ditawarkan panpel ternyata hanya memecahkan dua persoalan saja. Yaitu tiket keriting dan tiket palsu, selebihnya malah menambah masalah baru lainnya yaitu kelemahan barcode yang hanya berbentuk tempelan kertas yang mudah sobek, efisiensi waktu ketika masuk pintu (sisitem sobek karcis lebih efisien dibanding dengan sistem scaning barcode), dan harga tiket untuk tribun timur dan samping yang naik.
Sebenarnya, yang paling mengesalkan bagi bobotoh untuk permasalahan tiket ini adalah tentang semakin banyaknya calo. Hal ini mengakibatkan bobotoh sangat sulit mendapatkan tiket melalui agen resmi. Sementara calo semakin bebas berkeliaran menjual tiket jauh diatas harga resmi pada hari pertandingan. Pada partai Persib melawan Persijap, harga tiket tribun timur di calo mencapai 40 ribu rupiah per tiket dari harga resmi 20 ribu rupiah. Bagaimana jika lawan yang dihadapi Persib adalah klub yang reputasinya diatas persijap?
Sangat mengherankan, dimana seharusnya panpel bersama polisi melakukan tindakan atas hal ini. Dimanapun itu, calo telah merugikan penonton. Piala Asia, piala Thomas/Uber, bahkan di konser musik sekalipun, panitia dan polisi bekerja keras agar tiket tidak sampai ke tangan calo. Apalagi jika ada calo tertangkap tangan sedang menjual tiket dilapangan. Banyak kasus calo yang dikeroyok oleh para calon penonton ataupun calo yang tertangkap oleh aparat kepolisian. Namun hal itu tidak berlaku pada pagelaran pertandingan Persib.
Sementara untuk pertandingan Persib selanjutnya, yaitu melawan Persita hari sabtu nanti, kuota tiket tribun timur, utara/selatan di sekretariat panpel sudah habis terjual. Tentunya terjual banyak ke tangan calo. Sisa tiket akan dijual di stadion Jalak Harupat pada hari sabtu dari jam 12 siang.
Untuk permasalahan terakhir, yaitu membayar petugas pintu, itu diserahkan kembali pada individu-individu bobotoh sendiri. Seberapa besar kebanggaan kita sebagai bobotoh Persib? Disiplin membeli tiket adalah salah satu poin penting untuk menjadi bobotoh sejati. Apalagi jika nantinya keadaan Persib untuk era profesionalisme, dimana pemasukan dari tiket adalah jalan hidupnya klub. Masihkah kita layak disebut bobotoh jika kita tidak disiplin membeli tiket?
Namun jika tiket langka, jika tiket terlalu mahal di calo, jika hasrat kita lebih besar daripada logika, mungkinkah membayar 10 ribu rupiah kepada petugas pintu merupakan salah satu solusi? Silahkan panpel yang menjawab…
Kelebihan Tiket E-Card :
Kekurangan Tiket E-Card :
saya khawatir pas lagi berdesakan gitu barcodenya luntur apalagi kalo ujan tiba..
GP ada rencana gak nih memasarkan ini ke member ?
Untuk rencana pasti ada, tapi kita liat dulu keadaan tim GPnya, udah siap apa belom…
dari kelebihan dan kekurangan e-card. g bisa dilepaskan kang, ini trobosan paling mutakir dri panpel di bandung. banhkan di indo ini sudha termasuk wah. jadi cepat2 mau ngarasain nih, coz di samarinda masih maen sobek aja nih, kertasnya pun kdang2 masih pake kertas A4 warna yg cuma di print, di kasih stok nomer biasa, huft payah.. hhee