Posted on 30-09-2008
Filed Under (film) by Adrian Priambudi

laskar pelangi the movie photo still (23) by laskarpelangithemovie.

Akhirnya saya menonton juga film ini, dan lega. Lega karena adegan ceritanya tidak percis sama dengan novelnya, walaupun secara garis besarnya sama saja. Berbeda karena jika di novelnya, Laskar pelangi adalah tentang laskar pelangi dan guru-gurunya dengan backgound pendidikan, maka di filmnya adalah kebalikannya, ini adalah pendidikan dengan background orang-orang hebat dalam SD Muhammadiyah.

Pada film ini, saya melihat bahwa Riri sebagai sutradara sangat mengutamakan kekuatan karakter tokoh-tokoh utama. Tentunya, sesuai dengan kekuatan novelnya.

Pak Harfan yang diperankan oleh Ikranagara sangat berwibawa sebagai kepala sekolah SD muhammadiyah. Adegan dimana Pak Harfan dan Pak Zulkarnaen (oleh Slamet Haharjo) berdiskusi tentang masa depan sekolahnya adalah salah satu nyawa film ini.

“Pak Zul, Kecerdasan bukan hanya dilihat dari nilai-nilai dan angka-angka, tapi dari hati.”

Read the rest of this entry »

Posted on 13-09-2008
Filed Under (film) by Adrian Priambudi

laskar pelangi the movieSaya mencantumkan (1) dijudul sana karena yakin akan membuar beberapa tulisan lagi tentang Laskar Pelangi ini. Menurut Mira Lesmana, Laskar Pelangi The Movie baru akan diputar di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 25 September nanti. Namun kekaguman saya akan novelnya, penantian filmnya dan peluncuran novel terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi membuat saya tidak sabar.

Buku Laskar Pelangi adalah buku favorit Indonesia saat ini. Cerita ini adalah tentang Indonesia, pendidikan, kemanusiaan, cinta, harapan, persahabatan, pengabdian, dan keabadian. Karya ini berbentuk sebuah tetralogi dari perjalanan dan harapan hidup dari penulisnya, Andrea HIrata. Tetraloginya yaitu, Laskar pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Dan khusus untuk judul terakhir, mereka akan menerbitkannya setelah film Laskar Pelangi ini dirilis. Sudah sangat banyak resensi tentang tetralogi ini di blog-blog lain.

Read the rest of this entry »